Rabu, 29 Juni 2011

CERPEN IKTA *HANTU CANTIK ITU....*

By :  Wahnyun Mrz Dya


"Mita loe kenapa?" teriak Icez terkejut melihat Mita duduk bersimpuh di depan pintu kost'an nya.

Mita hanya diam tatapan nya kosong.

"Cez, bawa Mita masuk dulu, nanti gue jelasin." ujar Ikmal

Icez dan Ikmal pun menuntun Mita ke dalam, lalu mendudukan Mita di sofa yg berada di ruangan itu, Icez mengambil minum,dan memberikanya pada Mita. Mita masih diam mematung.

"Mal, ada apa?" tanya Icez tidak sabar.
"Mita di usir dari kost nya bahkan semua uang Mita yg buat kost di kembalikan oleh ibu kost nya." Jawab Ikmal.

"Ko bisa? Emang apa masalah nya." Icez bingung.

"gue juga engga tau, tadi gue mampir ke kost ny Mita, gue liat Mita duduk di depan gerbang kaya orang ketakutan. Dan kata ibu kost nya, Mita suka teriak-teriak engga jelas jadi dia di usir." Terang Ikmal panjang lebar.

Icez langsung memeluk Mita, tubuh Mita bergetar dan Mita mulai menangis Mita pun semakin mengcengkram Icez seperti orang yg ketakutan.

Icez pun menyetujui usulan Ikmal, untuk sementara Mita tinggal bersama Icez. Dan Ikmal juga akan membantu mengawasi.

Tiga hari Mita hanya melamun dan sesekali meringkuk ketakutan. Ikmal dan Icez pun bingung apa yg terjadi pada sahabat nya itu.

"Cez, gue engga tega liat Mita seperti ini." ujar Ikmal dengan nada prihatin.

"Gue juga Mal, tapi kita musti gimana, gue engga tau ada apa sebenar nya sama Mita." Icez menghela nafas dalam-dalam.

Di kamar mandi**

Mita sedang mandi di bawah sower. Dan tiba-tiba air yang keluar berubah merah kental seperti darah. Bau anyir pun menusuk hidung Mita. Mita membuka mata nya dan menjerit. Melihat tubuh nya berlumuran darah.

"aaaaaaaaaaa." Mita berlari ke arah pintu, tapi tangan Mita licin hingga tidak bisa memutar knop pintu.

Dan Mita merasakan kaki nya ada yg menarik, Mita menoleh dan."aaaaah" Mita mencoba bangkit tapi lantai yg licin membuat Mita terjatuh. Mita terus meronta mencoba melepaskan cengkraman erat hantu itu.
Mita berteriak memanggil Ikmal dan Icez, namun suara nya tidak terdengar oleh Sahabat nya itu. Seolah terserap begitu saja di balik dinding kamar mandi.


Di ruang depan**

Ikmal dan Icez merasa khawatir sudah dua jam Mita di kamar mandi tidak keluar-keluar.

"Cez, loe nyadar engga udah berapa lama Mita di kamar mandi?" ucap Ikmal setengah bertanya pada Icez.

Icez melirik jam tangan yg melingkar indah di tangan kiri nya.

"dua jam, lama banget, jangan-jangan___" Icez tidak meneruskan ucapanya dan memandang Ikmal.

Ikmal dan Icez pun berlari ke kamar mandi dengan perasaan khawatir.

"Mita.Mita,Mita." teriak Icez di depan pintu kamar mandi.

Tidak ada jawaban. Icez pun menatap Ikmal. Dan Ikmal mengerti maksud Icez. Ikmal mundur beberapa langkah dan buuuk Ikmal membenturkan Pundak nya ke pintu, setelah beberapa kali benturan.. Braaaaak pintu pun terbuka.

Di lihat nya Mita yg meringkuk di pojok kamar Mandi tanpa busana. Ikmal langsung mengambil handuk dan menutupi tubuh Mita. Icez yg berada di belakang Mita menyerobot.


"biar gue aja Mal, loe keluar aja." perintah Icez.

Saat Ikmal melangkahkan kaki nya, Mita tiba-tiba saja berucap.

"Darah Cez, darah di mana-mana, tadi gue panggil kalian teriak-teriak tapi kenapa kalian ga nyaut, gue takut." ucap Mita terbata-bata.

Ikmal menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Mita, lalu menatap Icez.

"darah apa si Mit, engga ada darah ko." ujar Icez bingung.

"dan kita engga dengar apa-apa tadi." timpal Ikmal tak kalah bingung.

"loe liat deh tangan gue, dan lantai itu__" Mita bingung dia tak meneruskan kata-kata nya. Ia menatap Tangan nya yg keriput karena terlalu lama di air, dan di lantai itu hanya ada air bersih bukan merah.

" gue engga bohong, apa gue udah gila," ucap Mita sembari terisak.

"Mita, kita keluar yuh, loe pake baju, tubuh loe dingin banget." ujar Icez mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Dan mencoba menenangkan Mita.

"Cez, temenin gue pake baju yah." pinta Mita.

"iya gue temenin." kata Icez dan menarik Mita keluar dari kamar mandi.

"Mau gue temenin juga ga Mit.?" tanya Ikmal.

"Mal, apa'an si loe." protes Icez.

"apa'an si Cez, sewot aja, cemburu loe." Ucap Ikmal kesal.

"enak aja, cemburu buat loe, ga akan!!" bentak Icez

"udah ah, ko kalian malah berantem si. Gue kedinginan ini." keluh Mita.

"elo sih!!" semprot Icez, Ikmal hanya melotot dan pergi meninggal kan Icez dan Mita.

=======ooo=======

Sore itu Icez ada kuliah Malam, dan karena khawatir Icez meminta Ikmal menemani Mita.

"Mal, loe mau kemana?" tanya Mita. Saat melihat Ikmal beranjak dari sofa.

"Gue mau ke kamar mandi, kebelet, kenapa? Mau ikut?." ucap Ikmal menggoda Mita.

Mita hanya melengos dan beranjak ke ranjang.

Jam menunjukan pukul 09.00 pm, tapi Icez belum pulang.

"Mal, Icez ko lama banget sih." keluh Mita.

"iya yah, kenapa yah? Mungkin masih ada kuliah." ujar Ikmal.

Tiba-tiba hp Ikmal berdering dan mengagetkan Mita. Mita pun meloncat takut dan memeluk Ikmal.

"awwww, tenang dong Mit, ini dering hp Gue ko."ucap Ikmal sambil meringis kesakitan. Karena terjangan Mita yg melompat dari ranjang ke sofa. Dan menubruk Ikmal, tepat di atas tubuh Ikmal yg sedang rebahan di sofa.

Mita pun bangkit, dan duduk di sebelah Ikmal, tapi tangan nya masih memeluk Ikmal.

"iya ada apa Cez." jawab Ikmal sambil berusaha duduk. Dan mengarahkan hp nya tepat di depan muka nya. Ikmal menjawab VC dari Icez.

"gue nginep di rumah Tharas, dia lagi sakit loe bisa kan jaga Mita malam ini?" ujar Icez.

"Iya gue bisa, emang Tharas sakit apa?" tanya Ikmal.

"Demam" jawab Icez.
"awas loe jangan macam-macam sama Mita." ancam Icez.

"elo tuh yg jangan macam-macam sama Tharas." protes Mita.

"hehehe, Iya Mimit, loe ati-ati yah sama Ikmal." Icez cengengesan.

"gue ga bakal macem-macemin Mita lah, paling cuma satu macem." ujar Ikmal menggoda Mita.

"awwww,sakit Mitaaa." sembur Ikmal memegangi perut nya yg kena tonjok oleh Mita.

" udah ga usah berantem, gue urus Tharas dulu yah daah." ucap Icez dan memutus VC nya.

"Mal, loe jangan kemana-mana yah." ucap Mita masih memeluk Ikmal.

"iya, gue di sini Mit, gue engga akan ninggalin loe." Ikmal mengusap-usap kepala Mita.

Mita pun tertidur, Ikmal memindahkan Mita ke ranjang, lalu keluar untuk membuat kopi.

Brak brak brak. Mita terbangun karena suara itu, Mita menatap pintu kamar yg di gedor dari luar. Mita ketakutan.
Mita pun membangunkan Ikmal yg tertidur di samping nya.

"Mal, bangun Mal, ada yg gedor-gedor Pintu." ujar Mita mengguncang-guncang kan tubuh Ikmal.

"hmmm" hanya itu reaksi Ikmal.

Beberapa kali Mita mencoba membangunkan Ikmal, tapi respon Ikmal tetap sama.

"Mita Mita Mita, buka pintu Nya Mit," teriak Ikmal panik dari luar.

"suara Ikmal? Ko bisa di luar terus yg di dalem siapa?" Mita membatin.

Dan seketika Muka nya berubah kaku, Mita melirik ke sebelah dan.. Perempuan Itu..

"aaaaaaa." Mita teriak dan berlari menuju pintu, lama Mita berusaha memutar gagang kunci dan akhir nya terbuka.

"Ikmal." Mita langsung menghambur ke pelukan Ikmal.

"Tenang Mit, loe kenapa? Kenapa pintu nya Di kunci?" Tanya Ikmal panik.

"itu Mal di ranjang, perempuan itu datang lagi." Mita membenamkan wajah nya di dada Ikmal, Ia tak berani menatap Ke ranjang.

Ikmal melihat ke ranjang tidak ada orang di sana hanya ada guling, selimut dan bantal.

"engga ada apa-apa Mita." ujar Ikmal bingung.
"tapi tadi di situ." ucap Mita gemetaran. "Mal, loe jangan tinggalin gue lagi, gue takut."ucap Mita lirih.

"Iya, maaf tadi gue abis ke dapur mau buat kopi." ujar Ikmal sembari menutup pintu kamar, lalu menuntun Mita ke ranjang.

Ikmal duduk di ranjang, satu kaki nya selonjor dan yg satu nya di tekuk dan di jadikan bantal oleh Mita. Ikmal mengusap-usap kepala Mita hingga gadis itu terlelap. Ikmal membungkuk dan mencium kening Mita. Dengan hati-hati Ikmal memindahkan kepala Mita ke bantal di sebelah tubuh nya. Ikmal mengecup Bibir Mita. "selamat tidur sayang." ucap Ikmal lirih. Ikmal pun tertidur di sebelah Mita.


Satu bulan keadaan Mita seperti itu. Dan akhir nya Mita pun bercerita bila kejadian itu di mulai menghantui hari nya setelah dia membaca buku harian gadis bernama Alexa yg Mita temukan di loteng kamar kost nya.

Ikmal,Icez dan Mita pun mencari tahu tentang Alexa. Dan ternyata gadis itu dulu nge kost di tempat Kost Mita. Tapi sejak 2 tahun yg lalu menghilang dan tidak ada yg tau keberada an nya sampai sekarang.

Mita teringat setiap Alexa muncul, selalu ada bunyi air yg seperti nya dari sower.
Dan Alexa muncul selalu dalam ke adaan basah.

Akhir nya setelah mendapat izin dari ibu kost nya Polisi pun membongkar kamar mandi bekas kost nya Mita, dan ternyata benar di dinding kamar mandi tepat di dekat sower di temukan tengkorak manusia.

Mita berlari dan tak mau melihat lagi,,

Ternyata Alexa di bunuh oleh kekasih nya, karena hamil dan kekasihnya takmau bertanggung jawab,.

"Mit, kenapa? loe masih ga percaya tentang apa yg udah loe katakan? " tanya Ikmal

"gue percaya IKMAL ,cuma gue masih shok dengan kelebihan yg gue punya, gue engga siap." ujar Mita lemah.

"gue bakal nemenin loe ngelewati semua ini MITA." ujar Ikmal penuh dengan kemantapan.

Ikmal memeluk Mita, Mita pun membalas pelukan itu.

Ices dan Tharas tersenyum melihat itu mereka merasa lega.

Mita samar-samar melihat hantu itu tersenyum senang kepada nya.

MITa menutup mata nya dan menarik nafas dalam -dalam.lalu membuka mata nya dan menghembuskan nafas nya
perlahan.

Mita tersenyum dan memeluk IKMAL lebih erat.

"hantu cantik itu...adalah Alexa"gumam MITA dalam dekapan IKMAL .


#TheEnd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

coment-coment Vty, Mrz, Dlz