Sabtu, 30 Juli 2011

*Semakin Hari Semakin Cinta* Part 2

#part 2

"uuh, kelar juga." Ikmal tampak lelah, Ia pun tiduran di kursi panjang dengan kepala di pangkuan Mita.

"Mal, kita keluar nya lewat pintu 3 aja yah." ujar Mita.

"kenapa emang, ada apa di pintu keluar artis?" Ikmal tampak bingung dengan Mita.

"banyak wartawan, aku lagi engga mood buat wawancara." Mita tampak lesu.

"ok deh, nanti aku minta kru buat amanin pintu 3." Ikmal memaklumi keadaan Mita.

====ooo====

"Ye, libur juga." ujar Ikmal sumringah saat sampai di rumah.

"berisik ah, cuma libur 1 hari aja heboh." Mita sedikit kesal.

"satu hari? Aku di kasih libur empat hari Mita.." Ikmal menujukan jari nya ke muka Mita.

Mita menepisnya. "lusa, the virgin manggung ke lombok." tukas Mita, membuat Ikmal BT.

"yah, engga jadi bulan madu ke Thailand dong." ujar Ikmal dengan nada kecewa.

"ya ke lombok aja, lumayan kan, Thailand nya kapan-kapan." usul Mita.

"hah? Bareng-bareng sama kru the virgin gitu, ah ga seru, mana ada bulan madu rame-rame." Ikmal sedikit sewot.

"iya lah, kenapa emang, seru kan rame-rame." goda Mita.

"ah, apa nya yang seru, bisa-bisa di ganggu'in sama Dara, belum lagi anak-anak Virginiti MRZ. " Ikmal malas-malas an.

"dari pada engga sama sekali, kamu mau di tinggal sendiri di rumah." Mita menakut-nakuti.

"iya, nyonya Ikmal, besok ke lombok bulan madu nya rame-rame,sekalian aja bawa infotaimend." ujar Ikmal ketus.

Mita tertawa mendengar sindiran Ikmal.

"udah ketawa nya, siapin makan malem gih, aku mau mandi dulu." Ikmal pun beranjak ke kamar.

Sedangkan Mita ke dapur untuk masak.

====ooo====

Setelah selesai makan malam Mita dan Ikmal betanding PS
Di kamar.
Kebetulan di kamar Ikmal sengaja melengkapi nya dengan TV, dan home teater yang cukup bagus.

"ahh, sial kalah mulu." omel Mita.

"hahaha, dari dulu emang kamu engga pernah menang kan?" ejek Ikmal.

Karena kesal dengan ejekan itu Mita pun memukul kepala Ikmal dengan bantal.

"awww, Mitaaaaa, yah jadi jatuh kan mobil aku." protes Ikmal.

Mita tertawa puas, karena kini ia yang memimpin permainan.

Ikmal yangsewot dan tidak terima atas kecurangan Mita pun mematikan ps nya dengan tiba-tiba.

"aaahh, Ikmal, aku kan hampir menang ko malah di matiin sih" keluh Mita

"kamu curang,"ujar Ikmal dan menarik tubuh Mita untuk mendekat ke tubuh nya.

Kini Mita dan Ikmal saling bertatapan.

Ikmal semakin menekan tubuh Mta untuk mendekat ke tubuh nya
Kni Ikmal mendekatkan wajah nya semakin mendekat dan mendekat.

Dan Ikmal pun mengecup bibir Mita.

Mita hanya terdiam tubuh nya kaku seolah darah nya berhenti mengalir dan semua terkumpul di kepala nya.

"Mit, sekarang yah." ucap Ikmal setelah melepaskan ciuman nya.

"hah, apa nya." pertanyaan bodoh yang terlontar dari bibir Mita.

"Ini," Ikmal menjatuhkan tubuh Mita ke samping, Ikmal pun mulai menciumi tubuh Mita.

"Aduh, Mal, aku belum siap." Mita mencoba bangun.
Namun Ikmal menekan tubuh nya.

Dan menciuam bibir Mita dengan lembut.
Mita pun akhirnya pasrah. Toh memang sudah kewajiban nya melayani suami nya. Ucap batin Mita.

===oo===

Ke esokan pagi nya Mita merasakan tubuh nya terasa lemas. Dan terasa sakit di bagian bawah perut nya.

Di lihat nya Ikmal masih tertidur. Namun perlahan-lahan mata Ikmal membuka. Dan ia pun menarik Mita ke pelukang nya.

"pagi, sweety ku.." ucap Ikmal seraya menciumi punggung tangan Mita yang tak tertutup selimut.

"Mal, udah ah, aku lemes." keluh Mita.

"hmmmm, tapi di sini dulu yah, temenin aku." ucap Ikmal manja.

Mita pun mengangguk.

Mita meraih BB nya, dan mengecek bbm nya.

| Mit, hari ini aku main ke rumah kamu yah, kangen| Dara.

Mita pun membalas.
|boleh, tapi sama siapa? Kamu kan engga bisa nyetir neng?|

|sama teh Mira.| jawab Dara.

|ok, aku tunggu|

|siip, jam 11 aku sampai|

Mita pun tertidur lagi di pelukan Ikmal.

Samar-samar Mita mendengar ketukan pintu.

Mita pun terbangun. Dan mata nya terbuka lebar saat melihat jam dinding menunjukan pukul 11.20 menit.

Mita pun buru-buru turun dan mengenakan baju yang tergeletak di lantai.

"ada apa sih Mit, berisik banget."

"Dara ke sini." ujar Mita.

"mimit, udah bangun belom, aku masuk yah." suara Dara terdengar jelas

"hah, udah neng. Bentar aku keluar. Jangan masuk." teriak Mita. Membuat Ikmal tertawa.

Pintu kamar memang tak pernah di kunci, sehingga Mita sangat panik. Apalagi kebiasan Dara yang suka asal srobol.

"iya deh, aku tunggu di taman belakang yah." ujar Dara menahan tawa. Ternyata sifat usil Dara keluar.

"heh, kenapa cekikikan!" bentak Mita.

"kamu lucu, mau aja di usil in si Dara." ucap Imal dan turun dari ranjang

"Ikmaaaaaaaaal, pake baju nya dulu dong malu tau" protes Mita seraya menutup mata nya dengan tangan.

"sama suami sendiri aja malu, semalem ga malu." Ikmal menggoda Mita .

"ah bodo, mau nemuin Dara dulu." ucap Mita sewot.

"eh, engga mandi dulu, jorok kamu."sindir Ikmal.

"nanti, kamu aja dulu." ucap Mita lalu pergi meninggalkan Ikmal.

"halo neng, teh Mira." sapa Mita.

"hadeh, mentang-mentang penganten baru jam segini baru bangun." sindir Dara.

"mana belum mandi." Teh Mira mengendus-endus tubuh Mita.

Muka Mita pun memerah.

"kalau cuma mau ngecengin aku, mending pulang aja deh." Mita sedikit jengkel.

"aduh, Ny.Ikmal gitu aja ngambek." goda Dara mencolek pipi Mita.

"ah, udah ah, bt. Aku mau siapin sarapan dulu buat Ikmal." Mita pun beranjak.

"jam segini baru sarapan, makan siang kali, Mit." teriak Dara.

"berisik!!" balas Mita.

Dara tertawa. "aku juga ya sekalian, laper nih." pinta Dara.

"aku juga." teh Mira tak mau kalah.

"ya ya ya." ucap Mita setengah hati.

#######

"Wah, masak apa nih, enak bau nya, harum." Ikmal menghampiri Mita, Dara, dan teh Mira yang sedang duduk di meja makan. Menikmati mie goreng buatan Mita.

Ikmal duduk di sebelah Mita.

"pagi, Mal," sapa Dara menyindir Ikmal.

"hus, siang tau." timpal teh Mira cekikikan.

"maklum, nama nya juga penganten baru, iya ga sayang," ujar Ikmal dan mencolek hidung Mita.

"apa'an sih." Mita menepis tangan Ikmal.

"berapa ronde Mal." tanya Dara dengan mimik muka menggoda.

"hus, anak kecil tau apa sih, udah abisin makanan nya." protes Mita.

"iya, gitu aja sewot, aku kan cuma bercanda." Dara sedikit kecewa dengan tanggapan Mita.

"udah ah, ga usah di bahas, aku mau mandi." Mita pun bangkit dari duduk nya dan pergi ke kamar.

"yang bersih yah mandi nya." saran teh Mira.

====ooo====

Malam hari nya Mita sedang menyiapkan barang-barang yang akan ia dan Ikmal bawa ke lombok.

"udah kelar Mit?" tanya Ikmal.

"hampir, tinggal sepatu aja, besok juga bisa. Kenapa?" Mita mendekat ke Ikmal.

"engga apa-apa." ujar Ikmal.

"oh, ya udah, aku tidur dulu yah udah malem." pamit Mita pada Ikmal.

"hmmmm, ini dulu dong." Ikmal menunjuk bibir nya, lalu mencium Mita .
"selamat malam cinta ku"ucap Ikmal.

"malem juga" ujar Mita datar. Lalu beranjak ke ranjang untuk tidur.

Mita,Ikmal dan rombongan The Virgin and kru pun sampai di kota lombok.

Ini pertama kali nya Mita manggung setelah menikah.

Mita yang biasa 1 kamar dengan Dara dan beberapa kru, pun kini mendapat satu kamar khusus. Sweet room.

Saat M&G bersama Virginiti. Ikmal pun ikut mendampingi istri nya.

Berbagai pertanyaan konyol pun terlontar dari para Virginiti. Apalagi mereka sangat senang karena idola nya kini teleh menikah. Dengan Ikmal tobing pula. Cowo yang selalu di kait-kait kan dengan Mita. Karena kedekatan mereka yang menurut para virginiti terlalu mesra.

Maklum virginiti banyak yang masih kecil hingga membuat Mita harus telaten dan hati-hati menjawab pertanyaan mereka.
Apalagi mereka jauh lebih tertarik dengan kehidupan pernikan idola nya. Karena mereka merasa ini semua seperti mimpi.

====ooo====

Saat perfom. Dara tak henti-henti nya menggoda Mita yang menimbul kan tawa riuh dari para penonton yang memadati alun-alun kota itu. Terutama virginiti.

"lagu cuma kamu ini, di ciptain Mita khusus buat Ikmal loh." ucap Dara mengarang bebas.

Mita hanya tersenyum malu-malu sesekali membenarkan rambut nya, hal yang biasa Mita lakukan bila sedang grogi.

Beberapa kali Mita salah nada, untung saja Rio, Ijal, dan Aank. Mampu menutupi nya.

Ijal membisikan ke Dara, bahwa Mita beberapa kali salah nada.

"aduh, Nyonya Ikmal nya salah nada mulu, grogi yah di tungguin suami tercinta." celoteh Dara.

Penonton pun riuh, ada yang bertepuk tangan, ada yang bersiul.

"Dulu, Mita sering ngecengin aku, jadi sekarang tinggal aku puas-puas'in balas dendam." Dara tertawa.

Mita tersenyum kecut ke arah Dara dan tatapan nya mengisaratkan ancaman. "awas kamu neng, aku bikin jadi pepes pedes entar." gerutu Mita sadis.

Dara mengangkat bahu nya dan mengerlingkan mata nya. Tanda tak peduli dengan ancaman Mita.

Setelah usai perfom dalam perjalanan menuju hotel Mita hanya terdiam, tampak jelas dari raut muka nya ia sedang kesal.

"Mit, kenapa tuh muka di tekuk mulu." Ikmal menegur istri nya.

"BT sama Dara, dari tadi di ceng'in mulu." ujar Mita.

"ya ampun, gitu aja ngambek, kamu tuh kaya engga tau Dara aja." Ikmal merasa ada yang aneh dengan Mita.

"ah, udah lah." bentak Mita lalu memalingkan wajah nya.

======ooo======

"Mimit, masih marah yah." tegur Dara, yang merasa tidak nyaman dengan sikap Mita.

"iya, kamu tuh buat mood aku ilang tau!!" bentak Mita.

Dara tersentak. Lalu ia menarik tangan Mita menuju kamar nya.

"Ikmal, aku pinjem istri kamu bentar." teriak Dara.

Belum sempat Ikmal menjawab, Dara dan Mita sudah menghilang di balik pintu lif.

"lepasin, apa'an si narik-narik aku." Mita terlihat sangat kesal. Dara tetap diam, sesampai nya di kamar.

"Ini ada hubungan nya kan sama Eksel." ucapan Dara mengejut kan Mita.

"engga usah sok tau." Mita mengelak. Ia memalingkan pandangan nya ia tak berani menatap Dara. Karena hanya Dara yang selama ini mengetahui hubungan Mita dan Eksel adik sepupu nya Ikmal.

"jangan bohong Mita, aku tau semua tentang kamu," ujar Dara.

Mita duduk di ranjang.rasa nya lemas sekali.

"Aku belum sepenuh nya menerima Ikmal, aku masih terlalu cinta sama Eksel." ucap Mita suara nya terdengar sangat parau.

Dara langsung memeluk sahabat nya itu. Sahabat yang sudah ia anggap kaka nya.

"Mit, kamu yang sabar, kamu harus bisa melupakan kenangan kamu bersama Eksel,dan mulai belajar menerima Ikmal sebagai suami kamu." bisik Dara menasehati.

Tangisan Mita pun pecah tak bisa ia bendung lagi. Dara yang selama ini manja, ternyata bisa bersikap dewasa dan bijaksana. Mita terharu.

"udah engga usah cengeng, malu atuh sama umur." goda Dara lulu jari-jari mengelap pipi Mita yang basah karena air mata.

"makasih neng, udah mau jadi sahabat aku." Mita berucap sangat lirih.

Dara tersenyum. " udah sana balik ke kamar kamu, suami kamu udah nunggu tuh." ujar Dara dengan mimik muka jenaka.

"mungkin untuk saat ini hanya raga aku yang jadi milik Ikmal tapi jiwa dan hati ini masih tetap milik Eksel." Mita menarik nafas dalam-dalam

"tapi tenang aja, mulai saat ini jiwa aku akan mencoba menerima Ikmal, dan membuka hati ini untuk nya." Mita tampak sungguh-sungguh dengan ucapan nya

"nah gitu dong, semangat!!!!" Dara tampak lega.

==============0000000==============

Mita masuk ke kamar nya, di lihat nya Ikmal yang sedang tertidur di ranjang besar bertaburkan kelopak mawar putih.

"udah selesai ngerumpi nya" tegur Ikmal.

"siapa yang ngerumpi, orang bahas perfom yang tadi koh." kilah Mita.

Ikmal turun dari ranjang dan mendekat ke Mita.

"iya deh, udah ga ngambek kan sama Dara?" tanya Ikmal.

Mita menggelengkan kepala "udah baikan".

Mita menghapus sisa make up yang masih menempel di wajah nya.

Tiba-tiba saja Ikmal melepaskan satu persatu kancing baju Mita "aku bantu yah" ujar Ikmal.

"Mal, aku cape, jangan malem ini yah." ucapan Mita membuat Ikmal menghentikan yang sedang ia lakukan.

"ini akibat nya kalau bulan madu di campur-campur dengan pekerjaan." Ikmal tampak kesal.

Ikmal beranjak ke tempat tidur lalu menelungkup kan wajah nya ke bantal.

Mita menghela nafas. "maaf Mal," gumam Mita dalam hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

coment-coment Vty, Mrz, Dlz