Senin, 01 Agustus 2011

*Semakin Hari Semakin Cinta* Part 3


Keesokan pagi nya rombongan the virgin pun siap-siap kembali ke jakarta. Tapi tidak untuk Mita dan Ikmal.

Kabar baik mereka di beri waktu libur 3 hari, ternyata bos RCM Ahmad Dhani sengaja ingin memberi kejutan ini. Sebagai kado pernikahan anak asuhan nya itu.

======ooo=======

"akhirnya bisa juga bulan madu nya, yah walau engga jadi ke Thailand." ucap Ikmal.

"mm, jalan-jalan yuh, aku bosen di kamar terus." ajak Mita.

"kemana?"

"pantai, mungkin." usul Mita.

"ok, pantai. Tapi entar sore yah, ini masih siang panas." Ikmal sedikit malas, mengingat cuaca di luar yang sangat panas.

Mita pun menyetujui nya. Ia pun beranjak ke sofa dan menyalakan TV. Acara gosip, dan masih berita seputar pernikahan nya yang sangat mendadak, bahkan di salah satu chenel ada yang merangkum 10 artis dengan pernikahan mendadak. Dan hampir 90% nya hamil dulu. Dan yang lebih membuat Mita jengkel adalah dia dan Ikmal menjadi urutan pertama top gosip terpanas. Itu. Mita pun buru-buru mematikan TV nya.

"kurang jelas apa kemarin kita klarifikasi nya." ujar Mita dengan nada yang meninggi.

"sabar lah Mit, nanti juga reda sendiri." Ikmal berbicara tanpa melihat ke arah Mita. Pandangan nya tertuju pada layar Ipad nya Ia sedang asik dengan twitter nya. Yah tentu saja di twitter juga sedang rame membahas mereka.

Mita juga iseng-iseng membuka laptop nya, Fasebook, grup, dan twitter ia cek. Banyak anak-anak virginiti yang menyemangati nya. Dan tetap percaya pada nya. Mita terharu, setidak nya dukungan mereka bisa mengurangi rasa pilu hati nya. Dan bisa meredakan emosi nya.

Di twitter pun banyak teman-teman artis yang menyemangati Mita. Untuk tidak terlalu memusingkan gosip. Mita menutup laptop nya.

"Mal, kita jalan sekarang aja ya." Mita menarik tangan Ikmal.

"iya, bentar aku mati'in ipad aku dulu." Ikmal pun meletakan ipad nya dan mengikuti Mita keluar kamar.

*********************************

"Mal, kamu udah tau belum kalau aku KB?" Mita sedikit ragu mengatakan nya.

"udah, kenapa?" Ikmal menoleh ke arah Mita

"bagus lah, aku mungkin akan perpanjang sampai lima bulan" ucapan Mita membuat Ikmal bingung.

"ko gitu, kenapa, bukan nya bulan depan kamu juga udah kelar syuting video klip nya the virgin kan?" Ikmal menatap Mita.

"memang,tapi tiga bulan kedapan the virgin mau ada promo album ka dua" Mita menjelaskan.

"kalau begitu tiga bulan saja cukup kan masa penundaan nya, kenapa mesti lima bulan." Ikmal sedikit kecewa.

"ya itung-itung buat istirahatin stamina aku aja, lagi an juga bagus kan, jadi kita juga bisa menepis kabar miring itu, boleh kan." Mita menunjukan muka memelas.

Tatapan mata nya yang seperti anak kecil itu membuat Imal tak kuasa menolak permintaan istri nya itu.

"boleh kalau itu mau kamu." Ikmal mengucapkan nya semanis mungkin.

"aaaaaaah, makasih Ikmaaal" Mita tersenyum dan memeluk Ikmal dengan manja.

Ikmal pun tersenyum melihat senyuman manis Mita,, kembali menghiasi wajah istri nya.

Mita dan Ikmal sampai di pantai..

"hmmm, sejuk banget." Mita pun berlarian ke arah bibir pantai.

Ikmal mengekuti Mita dengan jalan sangat pelan.

"wow, Mal, cepet napa, lelet banget sih." Mita berteriak memanggil Ikmal yang masih berada jauh dari bibir pantai.

Sementara Mita tengah asik bermain air laut. Ya sekarang Mita memang tidak terlalu takut lagi dengan air yang menggenang.

"Mit, sini aja, kita kan engga bawa baju ganti, kamu mau pulang basah-basah an gitu." Ikmal menarik tangan Mita untuk menjauh dari bibir pantai.

Kini mereka asik duduk di sebuah tempat makan yang menghadap langsung ke laut.

Beberapa pengunjung yang memang sudah tidak asing dengan Mita dan Ikmal pun berebut minta foto.

Mereka dengan sabar melayani para fans nya itu.

====ooo====

"gini nih, kalau bulan madu di sini, mau berduaan di pantai malah jadi jumpa fans." keluh Ikmal saat mereka berada di kamar hotel.

"nikmatin aja kenapa sih." Mita agak kesal mendengar keluhan suami nya itu.

###

Tiga hari berlalu, Ikmal dan Mita pun berkemas untuk pulang ke jakarta dan memulai pekerjaan nya seperti biasa.

===ooo===

Hari pertama tiba di jakarta Mita langsung ada jadwal manggung di acara musik pagi. Kebetulan Ikmal juga. Tapi Ikmal bersama kotak. Ikmal memang membantu mengisi kosong nya posisi drumer band itu setelah di tinggal sang drumer posan. Sampai batas waktu tak di tentu kan.

Karena The virgin mendapat jatah segmen awal. Mita pun buru-buru datang ke daerah kebon jeruk untuk mengisi acara musik pagi.

===ooo===

"ayo virginiti mana semangat nya, kerabat kotak juga." teriak Rafi ahmad host acara tv itu.


Mita dan Ikmal pun kembali jadi bahan bercanda an mereka.

Bahkan teman teman band yang kebetulan mengisi acara itu pun turut menggoda.

"nah, sini sini Mit, eh masih pake nama the virgin?" kelakar olga membuat Mita salah tingkah.

"yah, dia nya salting."tukas Jesika.

"udah, kasian jangan di godain terus,"

"iya tuh udah merah pipi nya, kasian juga yah kalau masih virgin aja, Ikmal nya ga belah duren dong."ucapan Raffi sontak membuat studio itu riuh oleh sorakan para penonton.

Usai perfom Mita dan Ikmal tak bisa mengelak dari kejaran wartawan mau tidak mau mereka pun memberi jawaban atas pertanyaan para pewarta itu.

Kini sudah 1 tahun lebih Mita dan Ikmal menikah. Mita belum mendapati tanda-tanda kehamilan pada diri nya.

Ikmal tak terlalu mempermasalahkan nya. Ikmal yang sangat maklum dengan kesibukan istri nya itu yang memang masih terikat kontrak dengan RCM.

Mita pun kini sudah bisa menerima Ikmal sepenuh nya, keinginan Mita hanya satu selalu berada di rumah saat suami nya pulang kerja. Tapi apalah daya mereka memang sama-sama sibuk. Mita berkeinginan kelak bila kontrak nya habis dia ingin full family.

=============00000===============

"Ikmal, hari ini temenin aku cek ke dokter yah." pinta Mita.

"iya, nanti sore kan?" ujar Ikmal meng iyakan seraya bertanya.

Mita pun mengangguk.

"Mal, minggu besok ada jadwal engga kamu?" tanya Mita.

"kosong, kebetulan lagi of semua, tapi teman-teman pada ngajakin futsal." terang Ikmal.

"hmmm, minggu besok aku ke medan. Kamu mau nemenin kan? Tapi kalau kamu engga bisa juga engga apa-apa." Mita tampak pasrah.

"medan? Boleh juga, ok deh aku ikut." Ikmal mendekat ke Mita.

Entah kenapa bau minyak wangi Ikmal membuat perut Mita mual.

"huek, huek, huek." Mita memuntahkan isi perut nya di westafel ruangan itu.

"Mit, kamu kenapa? Sakit." Ikmal bertanya khawatir. Tangan nya mimijat mijat tengkuk Mita.

Mita berkumur dan menyeka mulut nya. " engga tau juga, akhir-akhir ini aku sering mual kalau nyium wewangian." Mita tampak pucat.

Ikmal menatap istri nya. "Mit, kamu hamil mungkin.. Terahir kamu dapet bulanan kapan?" ujar Ikmal.

Mita tampak berfikir. "mmm, iya juga yah, kaya nya udah 2 bulanan." Mita tampak kurang yakin.

Ikmal langsung memeluk Mita. "Mal, lepasin ah.."

"eh, Mit kita pastiin aja ke dokter." Ikmal tampak antusias.

"nanti juga kan mau ke dokter, tapi jangan terlalu berharap, takut nya kaya yang kemaren-kemaren." Mita tampak cemas.

"iya sayang, aku engga maksa kamu, cuma sedikit berharap ga salah kan?" ujar Ikmal mencoba menenangkan suasana hati Mita.

Mita tampak tegang menanti hasil tes nya kali ini.

"Mit, bisa duduk engga sih. Pusing liat nya." Ikmal menegur istri nya itu yang sejak tadi mondar-mandir di ruang tunggu.

Mita duduk di dekat Ikmal. " ih, kan dek dek gan nunggu hasil nya." protes Mita.

Tak lama kemudian dokter Manda pun datang . Ikmal dan Mita tampak tegang menanti hasil tes itu. Ikmal menggenggam erat tangan Mita.

"selamat kalian akan segera menjadi orangtua." kata-kata dokter Manda sontak membuat Ikmal dan Mita berpelukan.

"bener dok, aku hamil?" ujar Mita memastikan.

"iya, anda hamil, sudah jalan 10 minggu." ucapan dokter itu membuat Ikmal heran.

"sudah 10 minggu, tapi kamu ko engga nyadar sih Mit." Ikmal juga merasa khawatir.

"iya, aku juga engga ngeeh yah." Mita juga bingung.

"wajar saja. Nama nya juga pertama kali hamil, apalagi siklus datang bulan nya Mita juga tidak teratur kan." dokter pun menjelaskan.

Mita dan Ikmal mengangguk paham.

###

"Mit, untung aja kamu engga kenapa-kenapa ya, padahal minggu minggu kemarin kamu banyak jadwal perfom, mana kamu kan suka loncat-loncat. Naik ke atas drum juga."ujar Ikmal lega.

"iya juga yah, alhamdulilah, tapi sekarang janji deh, engga bakal kaya gitu lagi, takut." janji Mita.

"harus itu, demi bayi kita," ujar Ikmal.

"tapi mal, kita rahasiain dulu ya dari media.." Mita tampak cemas.

"iya, aku juga pikir gitu." Ikmal tampak sehati dengan istri nya.

###

"Mit, inget jangan aneh aneh kamu." Ikmal mengingatkan Mita yang hendak perfom menghibur virginiti medan.

"iya sayang, khawatir banget sih." Mita tampak kurang suka.

"ini kan juga demi kebaikan kamu juga Mit." Ikmal memasak muka gemas ke Mita.

"iya. Demi bayi kita juga kan, aku udah tau Mal, aku bisa jaga kandungan aku." Mita juga tambah emosi. Maklum orang hamil kadang lebih sensitif dan mudah tersinggung.

"kamu Hamil...!!" suara pekikan Dara membuat Mita dan Ikmal berhenti berdebat dan menatap Dara.

"eh, neng Dara." Ikmal cengengesan.

Mita dan Ikmal memang belum memberi tau tentang kehamilan Mita pada sahabat-sahabat nya. Cuma keluarga Mita dan Ikmal saja yang baru mereka kasih tau.

"maaf neng, ga kasih tau kamu," ujar Mita tampak bersalah.

Dara langsung memeluk Mita. "aah, selamat ya mimit, seneng deh denger nya." ujar Dara.

"udah berapa bulan, aah aku bakal jadi tante nih." celoteh Dara heboh sendiri.

"10 minggu neng." ucap Mita.

Dara tampak khawatir. "tapi kamu engga kenapa kenapa kan Mit,"

"loh, emang nya ada apa" Mita bingung.

"eh, engga apa apa." kilah Dara.

"neng, jangan bilang ke siapa siapa dulu yah tentang kehamilan aku." pinta Mita.

"kenapa Mit, kan berita bahagia" ujar Dara.

"pamali, kan belum genap 4 bulan." ucap Mita dengan polos nya.

Dara dan Ikmal tersenyum mendengar alasan Mita.

Selama perfom Mita pun tak seperti biasa nya, ia tampak hati-hati. Bahkan Mita lebih banyak menyanyi ketimbang menenteng gitar. Mita pun lebih banyak diam tidak seperti Dara yang meloncat loncat mengikuti irama musik.

####

"pegel banget badan aku" keluh Mita setelah sampai di hotel.

Ikmal duduk di dekat Mita yang sedang berebah di ranjang.

"cape yah sayang." tanya Ikmal.

"banget Mal." ujar Mita manja.

Ikmal pun membantu melepaskan sepatu istri nya yang masih terpakai.

"mau aku pijitin ga?" tawar Ikmal.

"engga ah, aku mau tidur aja." tolak Mita.

Ikmal mengecup pipi Mita. "selamat tidur istri ku." Ikmal juga mengelus perut Mita. "baik-baik sama mamah yah, bayi papah ini."

Mita tertawa kecil mendengar ucapan Ikmal.


 #Bersambung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

coment-coment Vty, Mrz, Dlz