Minggu, 21 Agustus 2011

Maaf Aku mencintaimu Part 12 #Ending

Ke esokan hari Ikmal memutuskan akan menemui Wahyu, tanpa memberi tahu Mita tentu nya.

"sudah rapi, kuliah pagi yah." tegur Mita yang melihat Ikmal berjalan di hadapan nya.

"engga, cuma ada urusan saja." Ikmal pun mendekat Ke arah Mita yang sedang bermain dengan Dini di ruang keluarga.

"gimana perasaan kamu sekarang, sudah tenang?" tanya Ikmal.

Mita mengangguk. " sedikit lega, terimakasih Mas Ikmal sudah mau membantu aku." ucap Mita.

"kan gue udah janji, lagipula ini udah jadi kewajiban gue kan, sebagai kaka loe." ujar Ikmal seraya mengacak lembut rambut Mita.

Mita tersenyum, setidaknya di balik semua masalah selalu ada hikmah yang bisa ia ambil.

"ehm, bisa ganggu bentar ga?" tanya Vino kepada Mita dan Ikmal.

Ikmal bangkit berdiri. "silahkan saja, gue juga mau pergi." ucap nya dan berlalu dari hadapan mereka.

"Jadi ini akhir nya," Vino memulai percakapan.

"mungkin aku di takdir kan untuk tetap menduda." ujar Vino.

"mas Vino masih belum terima, atas semua ini?" tanya Mita.

"munafik, bila aku bilang mampu merubah perasaan hanya dengan waktu semalam, tapi aku akan mencoba nya." jawab Vino.

"Tuhan masih sayang dengan kita, setidak nya kita tau semua ini sebelum semua nya terlalu jauh." ujar Mita.

"iya, memang di sisi lain aku sedih, tapi di sisi lain aku senang, papah bisa menemukan adik nya." Vino menghela nafas pelan.

"dan aku percaya ada hikmah dari semua ini, toh ada hal lain yang membuat aku bahagia, mempunyai 2 adik perempuan yang sangat cantik dan baik, Dini pasti bahagia memiliki tante sebaik kamu dan Dara." ujar Vino, kini senyum kecil merekah di bibir nya.

Mita senang mendengar nya, memang tidak sulit untuk Mita, karena ia juga tidak mencintai Vino, Mita hanya menyayangi Vino, tapi Mita sadar ini pasti sangat sulit untuk Vino.

###################

Ikmal sampai di rumah Wahyu tapi ternyata Wahyu masih di rumah Tata, Ikmal pun bergegas menuju rumah Tata.

Sementara Rio, Icez dan Puri tengah bersiap-siap menemui Tata Dan Wahyu, Rio sudah menelpon kepada Tata, bahwa mereka akan datang karena ada hal penting yang ingin di bicarakan dan tidak perlu repot-repot menelpon Wahyu karena Wahyu ada di sana.
***

Ikmal sampai lebih dulu.
Tata tampak terkejut Ikmal datang kerumah nya.

"Wahyu ada Ta?" tanya Ikmal.

"ada,masuk aja." jawab Tata, ia sedikit heran. Mencari Wahyu.

Ikmal mengikuti Tata masuk ke dalam rumah. Selang beberapa saat Wahyu pun keluar kamar dan menemui Ikmal.

"loe Ikmal adik nya Vino kan?" Wahyu tampak heran.

"iya, gue ada perlu sama loe, bisa minta waktu nya sebentar." ucap Ikmal.

Wahyu mengangguk.
Ikmal pun menceritakan maksud kedatangan nya itu, Dan menceritakan semua nya yang terjadi.

"ya Tuhan, terus bagaimana keadaan Mita sekarang?" Tata tampak khawatir.

"dia baik baik saja" jawab Ikmal.

"lalu tujuan loe kesini untuk apa?" tanya Wahyu.

"untuk ini," Ikmal menyerahkan buku harian Mita pada Wahyu, "gue tau loe sama Mita saling cinta, jadi gue dateng kesini karena ini." jelas Ikmal.

Perlahan Wahyu mulai membaca buku itu,setelah beberapa halaman Wahyu pun menutupnya. "ini semua tulisan Mita?" tanya Wahyu.

"yah, itu semua Mita yang buat, dia ciptain hanya buat loe.,loe beruntung Wahyu," jawab Ikmal.

"terus bagaimana sekarang" Wahyu tampak ragu.

"bagaimana apa nya, kejar dia temui dia, dia masih sangat mencintai loe dan akan tetap cinta ke loe." ujar Ikmal gemas akan pertanyaan Wahyu.

Wahyu tersenyum. " makasih Mal, loe mau repot-repot buat gue." ucap Wahyu.

"gue ngelakuin ini semua, buat adik gue Mita, dan awas saja kalau loe ngecewain dia" ujar Ikmal sedikit mengancam Wahyu.

"loe ga apa apa Mal?" tanya Tata.
"apa apa kenapa?" Ikmal balik bertanya.

"perasaan loe, bukan nya loe juga suka sama Mita dan sekarang loe tau Mita adik loe" jawab Tata.

"lebih baik kan, Mita jadi adik gue, daripada kaka ipar gue, pasti jauh lebih menyakitkan itu, ketimbang kenyataan ini."ujar Ikmal.

Wahyu terperanjat kaget. "loe pernah suka sama Mita" ucap Wahyu.

Ikmal mengangguk. " ayo, loe ikut gue nemuin Mita" ajak Ikmal.

Saat mereka akan keluar Rio cs pun datang.

"eh,Mal loe ngapain di sini?" tanya Rio.

"ketemu Wahyu," jawab Ikmal.

Rio langsung menyerahkan semua dokumen yang ia dapat dari berbagai kantor polisi. Dan semua berkas berkas tentang ayah Mita.

"gue udah tau" ujar Wahyu membuat Rio,Icez dan Puri melongo bingung.

"semua nya udah tau, bahkan om Tharas juga sudah tau, keluarga gue aja semalem udah ketemu." terang Ikmal.

"ya Tuhan, bagaimana keadaan Mita sekarang, mengetahui ia di lamar kaka sepupu nya sendiri" ujar Puri.

"kita terlambat" keluh Icez.

"Mita pasti sangat terpukul" ujar Rio.

"tenang saja, Mita baik baik saja, kami mengetahui semua nya sebelum acara lamaran, kan minggu depan acara lamaran nya, dan sekarang hanya akan menjadi rencana tanpa terlaksana." terang Ikmal.

"huft lega nya" ujar Rio.

"ya udah kita ke rumah Ikmal sekarang saja" usul Tata.

Mereka pun setuju. Ikmal dan Rio yang kebetulan berjalan beriringan pun menegur Rio.
"Yo, loe lakuin ini semua buat Mita?" tanya Ikmal.

"ya, buat siapa lagi." jawab Rio.

"kenapa loe ga cerita aja, pas loe liat foto om Tharas waktu itu" ujar Ikmal.

"gue kan perlu bukti" ucap Rio.

"gue boleh ambil berkas itu" pinta Ikmal.

"boleh, silahkan saja." Rio menyerahkan semua itu dan berlalu meninggalkan Ikmal.

"Rio Rio, loe pasti cinta banget sama Mita, loe rela ngelakuin semua ini,padahal loe tau loe ga bakal miliki Mita, tapi loe ngelakuin ini justru ingin melihat Mita mendapat kan cinta nya yang tak lain adalah Wahyu sahabat loe, Mita harus tau ini" Ikmal membatin.

*************************

Tharas sekeluarga telah sampai di kediaman keluarga Andra.

"Papah." teriak Mita saat melihat ayah nya berada di ruang tamu.

"Mita, maaf in papah nak" ujar Tharas seraya memeluk putri nya itu.

Mita melepaskan pelukan nya.
"mamah, Dara,Ijal, kalian juga ada di sini." ucap Mita terharu.

Setelah mereka menceritakan semua nya dan meminta maaf pada Mita, Tharas dan Dewi menemui Pak Andra. Sedangkan Dara dan Ijal mengikuti Mita masuk ke kamar Dini.

"Tidak aku sangka, kaka bisa juga mengurus bayi." Celoteh Dara.

"hey, begini juga aku seorang perempuan, pasti lah ada sisi ke ibu'an dalam diriku."protes Mita.

"iya, aku percaya, oh ya Ka Mita ini masih sama yah seperti dulu, selalu sayang sama aku, maaf aku tidak menyadari nya." ucap Dara menyesal.

"sudahlah, kamu kan adik ku, dan selama nya akan tetap seperti itu." ujar Mita.

Ijal dan Dara sedang bermain di kamar dini bersama Kevin dan Dini, tampaknya Kevin dan Dini mudah akrab.

Hati Mita sangat lega, setidaknya pengorbanan nya tidal sia-sia. Kini apa yang ia inginkan dan impikan bisa menjadi kenyataan. Kesedihan nya selama ini terobati sudah hanya dengan melihat ayah dan adik nya bisa seperti dulu, selalu ada hikmah dalam setiap masalah, dan Mita merasa usaha nya kali ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Setidak nya rasa pilu yang ia rasakan tidak lah sebanding dengan senyuman di wajah, Ibunya, Ayahnya, Adik dan Adik iparnya. Dan kini Mita merasa kebahagian nya bertambah, memiliki dua orang kaka yang sangat mencintai nya dua keponakan yang lucu-lucu.

Mita keluar dari kamar itu karena kata Vino teman-teman Mita ada di luar.

"teman-teman?" tanya Dara.

"jangan salahkan mereka, kaka yang menyuruh" jawab Mita. Seolah tau apa yang ada di pikiran Dara.

Dara mengangguk paham dan mengobrol dengan Vino.

####################

"Wahyu.." ucap Mita saat melihat Wahyu ada di ruang tamu, Hanya Wahyu.

Wahyu tersenyum semanis mungkin pada Mita. " Aku Sudah tau semua nya" ucap nya.

Mita mendekati Wahyu. " kita ngomong di taman belakang aja yah" ajak Mita.

Wahyu pun mengikuti Mita ke taman.

Mita duduk di bangku taman itu, Wahyu pun duduk di sebelah Mita.

"Ikmal sudah menceritakan semua nya, terima kasih." ucap Wahyu seraya menunjukan buku harian Mita.

"Mas Ikmal, darimana ia dapat buku ini" ujar Mita lalu merebut buku nya dari tangan Wahyu.

"entahlah, yang jelas dia hanya mau kamu bahagia" ujar Wahyu.

"baiklah, sekarang bagaimana?" tanya Mita.

"bagaimana apa nya" goda Wahyu.

Mita cemberut. "kamu bener-bener yah, nge bt in deh" keluh Mita.

"Iya maaf, cuma bercanda," ucap Wahyu. Ia mendekat kan wajah nya ke wajah Mita, semakin dekat, Wahyu tersenyum dan sejurus kemudian bibir mereka pun bersatu, lama mereka berciuman.

"I Love you" ucap Wahyu setelah melepaskan ciuman nya. Mata nya menatap lembut Mita. Mita tampak gugup. Setelah beberapa saat.
Mita tersenyum "I LOVE YOU TOO" ucap Mita dan langsung mencium bibir Wahyu.

"ehm" suara dehem man membuat Mita dan Wahyu melepaskan ciuman nya dan berbalik untuk melihat siapa yang datang.

"kalian" ucap Mita tersipu malu.

"dasar ganggu aja" protes Wahyu.

Ikmal,Icez,Rio,Tata,Puri. Tertawa terbahak-bahak melihat muka salting Mita dan Wahyu.

"cie, ada yang baru jadian nih" goda Tata.

"Selamat Mimit, semoga loe bahagia, gue rela deh loe tinggalin, asal loe bahagia gue iklas." ujar Icez. Ternyata sifat jahil nya muncul.

Ikmal dan Wahyu menatap penuh tanya ke arah Mita.
"apa!!" bentak Mita.

"maksudnya apa yah" ujar Wahyu dan Ikmal kompak.

"ehm, yang bakal jadi ipar, udah kompak aja," goda Puri.

"udah, ga usah di tanggepin Icez mah, dia suka rada rada, kalau obat nya abis." tukas Rio seraya menoyor kepala Icez.

"oh, hahaha, kirain" Ujar Wahyu lega.

Mita mendengus kesal.

"Mas Ikmal,ko bisa dapet buku ini." ujar Mita menunjukan buku harian nya.

"oh. Hehe, anu itu kemaren ga sengaja nemu di kamar loe" ujar Ikmal cengengesan.

"kalau di kamar bukan nemu nama nya, tapi ngambil" gerutu Mita.

"eh,kalian bertiga kenapa mata nya ko merah gitu?" tanya Mita saat melihat mata ketiga sahabat nya tampak merah.

"oh ini__" ucapan Icez terpotong karena buru-buru Rio menyambar.

"kemaren kita main ps sampe malem"dusta Rio.

"oh, kalian ini" ucap Mita.

Yang lain hanya tersenyum mendengar penjelasan Rio. "eh Mal, laper nih ada makanan ga" ujar Icez sekenanya.

"Cez, malu-malu'in aja loe" protes Puri.

"hehe, ia juga sih" Tata cengengesan.

Ikmal pun menyuruh mereka ke ruang makan. Sementara Ikmal menahan Mita di taman.

"ada yang mau gue omongin" bisik Ikmal pada Mita.

Ikmal menyerahkan dokumen, yang tadi di bawa Rio.

"ini hasil nya, Rio,Icez,dan Puri yang mengerjakan dan mencari informasi, setelah apa yang Rio lihat di ruang kerja papa" jelas Ikmal.

Mita terbelalak kaget, "Astaga Rio.jadi dia tadi itu_" Mita berucap lirih.

"gue cuma ingin yang terbaik buat loe Mit" ujar Ikmal dan meninggalkan Mita yang masih berdiri mematung.

***

Mita melihat Rio duduk sendiri di ruang makan, sementara yang lain berada di ruang tengah sedang bermain PS.

"Hmm, boleh gabung?" tanya Mita, lalu duduk di sebelah Rio.

"eh, Mita, boleh lah, mau sarapan yah." jawab Rio seraya bertanya.

Mita mengangguk lalu mengambil makanan yang tersaji di hadapan nya.

"Rio, gue mau loe jujur, ke gue, ini loe lakuin demi apa." ucap Mita dan menyerahkan amplop coklat berisi informasi tentang masa lalu ayah Mita.

Rio terdiam, ia mencoba menenangkan detak jantung nya yang berdetak hebat.

"loe dapet dari Ikmal?" tanya Rio,kemudian ia melanjutkan kata-kata nya tanpa menunggu jawaban Mita.

"maaf Mita, tapi kami bertiga cuma ingin ngebantu loe." ujar Rio.

"engga apa-apa Yo, justru gue berterimakasih banget untuk semua ini" ucap Mita.

"kita kan sahabat" Rio tersenyum manis saat mengatakan itu.

"yakin loe hanya anggap gue sahabat." desak Mita.

Rio menarik nafas panjang "apa jawaban jujur gue bisa buat loe cinta sama gue" tatang Rio.

"mungkin" ujar Mita enteng.

Rio membulatkan mata nya berusaha mencerna ucapan Mita barusan.

"Mit, gue tau di hati loe cuma ada Wahyu, ga usah bohongi perasaan loe, buat gue, di bales atau ga perasaan gue ini, gue iklas, karena dari awal gue cinta sama loe, ga pernah terbesit di pikiran gue buat maksa loe nerima gue, gue tau mungkin kedengaran nya sangat naif, tapi gue iklas selama ini cuma jadi bayangan Wahyu dalam hidup loe,asal loe seneng gue juga seneng." cerocos Rio panjang lebar.

"entah perempuan seperti apa aku ini, sehingga bisa mendapat cinta yang begitu tulus dari loe." Mita berucap lembut.

"loe perempuan terhebat yang pernah gue kenal setelah nyokap gue" ujar Rio.

"gue musti bales pake apa Rio,atas semua ini." ujar Mita.

"dengan loe ngizinin gue tetep cinta sama loe, itu udah cukup buat gue, dengan senyum itu tetap ada di wajah loe, gue bahagia Mit, cinta gue ini cinta yang ga pernah minta balasan." ujar Rio.

Mita menghambur kepelukan Rio, " terimakasih Yo," Mita terharu.
Rio melepaskan pelukan Mita,lalu perlahan mengecup kening Mita dengan lembut.
Rio pun beranjak dari ruangan itu meninggal kan Mita.

Mita menatap lembut Rio dari belakang, hingga bayangan Rio menghilang di balik pembatas ruang makan dan ruang TV.

"loe bukan hanya sahabat buat gue, tapi loe sosok cinta sejati di hidup gue, malaikat cinta gue." gumam Mita lirih.

########################


Lima bulan kemudian, Mita dan Wahyu bertunangan.
Kini Mita di sibukan dengan pekerjaan nya, tapi Ia terkadang berkunjung ke rumah Vino, ya tentu saja untuk bertemu Dini.

Keluarga nya juga kini kembali normal. Dan Dara pun tetap tinggal di rumah atas permintaan Mita.

"Yu, kamu ga keberatan kan dengan ide aku?" tanya Mita.

"ya engga lah, apapun yang buat kamu senang,pasti aku setuju aja." jawab Wahyu.

"aaah, makasih ya sayang" Mita memanja pada Wahyu. Wahyu mengacak lembut rambut Mita.

***

"ka, ini serius" ucap Dara saat setelah membuka amplop pemberian Mita.

"serius lah, kan dari dulu cita-cita kamu pengen jadi perancang busana,dan juga si Ijal mau jadi pelukis" jawab Mita.

"tapi gimana dengan Kevin" ujar Ijal.

"tenang itu udah gue pikirin lah, Kevin bakal gue urus sampai kalian lulus sekolahnya. Ya itung-itung buat belajar cara mengurus anak." ujar Mita sangat yakin.

"terus apa mas Wahyu ga keberatan." ujar Dara cemas.

"urusan itu ga usah di pikir, aku udah ngomong ke Wahyu, dan dia setuju." ucap Mita.

"yang penting kalian di sana, sungguh-sungguh belajar nya, urusan Kevin ga usah khawatir, aku udah siapin semua nya di paris, jadi 2 hari lagi kalian berangkat, siap siap yah" cerocos Mita.

"Makasih ka" ujar Dara langsung memeluk Mita, Ijal pun juga memeluk Mita.

"udah ah, malah jadi cengeng gini, anggep aja ini hadiah atas kesabaran kalian, lagipula selama ini kalian ga menikmati bulan madu kan, anggep ini bulan madu dan nikmati lagi masa pacaran kalian dan tentu yang sudah halal." ujar Mita.

Dara tersenyum. Ternyata kaka nya sangat mengerti dia, ia sangat beruntung mendapat kaka seperti Mita.

Dara dan Ijal pun berlari kecil menuju ruang tengah untuk memberi kabar bahagia ini pada orangtuanya.

Mita sangat bahagia melihat itu, pengorbanan dan kesabaran nya di masa lalu kini membuahkan hasil, apa yang di impikan nya pun terwujud. Keluarga nya kembali ceria,akur dan bahagia.

"hay, ngelamun aja" tegur Wahyu yang baru datang.

"apa,siapa yang ngelamun" kilah Mita.

Wahyu tersenyum lalu memeluk Mita. " kita jalan-jalan yuk" ajak nya.

"boleh" Mita mengiyakan, saat Mita melepaskan pelukan nya dan akan melangkah. Tiba-tiba Wahyu menarik tangan nya, menghadap kan nya ke arah Wahyu, Wahyu menarik tubuh Mita mendekat ketubuh nya, perlahan Wahyu mendekat kan wajah nya, dan ia pun mencium lembut bibir Mita. Setelah beberapa saat Wahyu melepaskan ciuman nya.

"jalan sekarang yuh" ujar Wahyu.
Mita menurut saja.
Kini kebahagian nya lebih lengkap dengan ada nya Wahyu di sisi nya.

Mita benar benar beruntung, ia mendapat keluarga baru dari ayah nya, mempunyai kaka kaka yang menyayanginya, Vino dan Ikmal.
Ayah ibu yang sangat menyayanginya.
Adik yang sangat perhatian. Dara dan Ijal.
Keponakan yang lucu lucu. Dini dan Kevin.
Sahabat yang sangat sayang dan peduli, selalu ada untuk nya, Icez,Tata,Puri, dan Rio si malaikat pelindung nya.

Dan kini ia memiliki lelaki yang mencintai dan di cintai nya, Wahyu Sudiro. Pria yang mampu membuat Mita tersenyum, dan menangis pria yang mampu membuat nya bahagia.

#THE END#

Cinta itu sangat manis tapi juga pahit, cinta bisa manis bila kita ikhlas menjalani nya, tapi sangat pahit bila jatuh ke tempat yang salah, bukan cinta yang salah, tapi keadaan nya saja yang kurang tepat.
Cerita ini hanya fiktif belaka, maaf bila ada kesamaan tokoh tempat dll. Maaf bila ada kekurangan dalam cerita ini, atau dalam penulisan. (masih amatir) hehe
Terimakasih buat all artis yang nama nya kepake, buat Dini and miela,
Buat teman teman yang sudah mau membaca,like juga, terimakasih atas dukungan dan semangat nya.
Terima kasih banyak. Sampai jumpa di cerita selanjut nya.
^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

coment-coment Vty, Mrz, Dlz